PendidikIdeal
Ingat! Kamu Adalah Guru
Kemajuan suatu negara, terlihat dari bagaimana pemerintah memberikan perhatian kepada guru dalam berbagai hal. Ketika Jepang hancur dirundung duka karena Nagasaki dan Hiroshima dibom atom, langkah pertama yang dilakukan pemerintah Jepang adalah menghitung jumlah guru dan dokter yang tersisa. Jepang membangun kembali bangsanya yang hancur luluh lantak dengan mempersiapkan pendidikan dan kesehatan, dengan memperhatikan keberadaan guru. Dalam kurun waktu tidak lama Jepang mampu bangkit kembali dari kehancuran. Luar biasa.
...ألا فكلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته (رواه مسلم)
Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin dan akan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.
Orang tua atas anaknya, semua orang atas dirinya, semuanya bertanggung jawab, maka haruslah setiap langkah yang akan menuai pertanggung jawaban ini diambil dari pertimbangan keilmuan.
Made Pinarta, pendidik dalam arti yang luas adalah semua orang yang berkewajiban membina anak-anak. Seorang ayah yang menempatkan anaknya didalam hatinya itu biasa-biasa saja, tapi seroang ayah yang menempatkan anak-anak orang lain didalam lubuk hatinya, inilah yang luar biasa.
Bukankah,
..فإنّ فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب و إن العلماء ورثة الأنبياء ... (رواه أبو داود و الترمذى)
Keutamaan seorang ‘alim atas hamba (yang beribadah tanpa ilmu) bak sinar malam bulan purnama dibanding dengan sinar bintang-bintang. Ulama adalah penerus para nabi, karena para nabi tak mewariskan dinar pun dirham, tapi mereka mewariskan ilmu.
فقيه أشدّ على الشيطان من ألف عابد وقال أبو عيسى هذا حديث غريب (رواه ابن ماجه )
Seorang fakih lebih ditakuti setan daripada seribu orang ‘abid.
Guru menepati kedudukan yang mulia, secara intelektual ia berkewajiban menghantarkan murid ke arah kecerdasan dalam mengelola alam semesta untuk keberlangsungan hidup, secara moral ia mengajarkan tingkah laku, sopan-santun dan tata krama dalam pergaulan sosial, secara estetika ia mengajarkan kepada anak didik seni dan keindahan sebagai bumbu kehidupan yang lebih dinamis, tidak menjenuhkan dan membosankan, sebagai motivator, director, inovator, abu al-ruh, mursyid dan sebagainya.
Mendidik bukan hanya mengisi otak dengan jutaan ilmu pengetahuan, lebih dari itu, murid mesti cerdas dalam sikap, emosional dan spiritual serta memiliki keterampilan yang bisa menopang hidupnya. Tugas seperti ini, tak bisa dijalankan oleh mesin dan alat canggih modern lainnya (Samsul Nizar).
Dahulu guru mencari mata pencaharian dengan cara menulis buku dan menjualnya ke toko-toko buku dan orang yang ingin membelinya, hal demikian dikarenakan pada awalnya sarjan Islam tidak mendapatkan upah mengajar, akan tetapi pada abad-abad selanjutnya didirikanlah sekolah dan guru telah digaji, meskipun ini mulanya banyak yang menentangnya seperti imam al-Ghazali karena menurutnya hendaknya semata-mata mengharap keridhaan Allah. Al-Abrasyi, berpendapat bahwa menerima gaji mengajar tidaklah bertentangan dengan prinsip zuhud. Imam Malik pun sependapat tentang kebolehan mengambil upah dari mengajarkan al-Quran. Bagaimanapun seorang guru, ia tentu membutuhkan makan untuk melanjutkan hidup dan beramal. Bukankah,
...قال صلى الله عليه و سلّم: أحق ما أخذتم عليه أجرا كتاب الله (رواه البخاري)
Sesuatu yang paling berhak untuk diperolah adalah yang diambil dari mengajarkan kitab Allah (ilmu-ilmu didalamnya).
Hanya saja, seorang guru, murobbi, yang tidak terus belajar dan meningkatkan kemampuannya, ia tak pantas untuk memantaskan dirinya sebagai guru. Sebab hal yang suci harus disampaikan melalui sesuatu yang suci pula, oleh karena itu mengantarkan amanat yang suci harus disucikan dulu pengantarnya. Pemahamannya pun haruslah secara komprehensif berpikiran luas dan bukan parsial, inilah hal-hal yang kita harapkan pada guru-guru, calon guru serta semuanya.
لا يزال الرجل عالما ما طلب العلم و إن ظنّ أنّه قد علم فقد جهل
Orang yang pintar ialah yang tetap belajar, apabila ia merasa bahwa ia telah pintar (berhenti belajar) maka ia menjadi bodoh.
Terimakasih Guru-guruku.
Jasamu kukenang selalu.

Komentar
Posting Komentar